Menangkal Radikalisme Dengan Sosialisasi Nilai-Nilai Pancasila


            Pancasila adalah ideologi dasar bagi negara Indonesia. Nama ini terdiri dari dua kata dari Sanskerta: pañca berarti lima dan śīla berarti prinsip atau asas. Pancasila merupakan rumusan dan pedoman kehidupan berbangsa dan bernegara bagi seluruh rakyat Indonesia, lima sendi utama penyusun Pancasila adalah Ketuhanan Yang Maha Esa, kemanusiaan yang adil dan beradab, persatuan Indonesia, kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan/perwakilan, dan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia, dan tercantum pada paragraf ke-4 Preambule (Pembukaan) Undang-undang Dasar 1945.

“ Di tengah isu kebangkitan PKI, Presiden Joko Widodo menegaskan radikalisme dan terorisme sebagai ancaman terbesar bagi Pancasila. Menurutnya saat ini telah terjadi "infiltrasi ideologi" untuk mengganti dasar negara ”
            
               Radikalisme pada dasarnya ingin merubah tatanan bangsa Indonesia ini dengan  bertentangan dengan Pancasila .Untuk mempererat persatuan bangsa ini maka harus dilakukan hal-hal sebagai berikut tidak memandang suku, bangsa, agama, ras ataupun lainnya yang membedakan antara satu orang dengan orang lain; Menjunjung tinggi hak asasi manusia dan menghargai manusia sebagai manusia; Semua persolan yang muncul sebagai akibat interaksi sosial didiskusikan secara baik dan akomodatif terhadap beragam pemikiran; Memberi kesempatan kepada yang lain untuk melakukan sebagaimana yang diyakininya, dengan penuh rasa damai.
            
             Sebagai umat Islam yang menjunjung tinggi nilai toleransi dan Islam yang Rahmatan lil Alamin dapat menunjukkan dengan sikap kita dan perilaku kita di masyarakat yang menghormati dan memahami segala perbedaan yang ada sehingga persatuan dan ukhuwah Islamiyah dapat diwujudkan demi kemaslahatan umat dan kemajuan bangsa Indonesia.
              Upaya pemerintah memerangi radikalisasi yaitu melakukan penindakan hukum yang tegas dan keras terhadap pelaku; mengevaluasi media-media daring penebar hoax, fitnah dll; mengkampanyekan pemanfaatan media sosial dengan baik kepada masyarakat; memprogramkan gerakan peningkatan literasi dan edukasi dalam dunia maya; membangun jejaring sinergi dengan penggiat dunia maya dalam menebar isu damai di media asing.

                Maka dari itu perlu adanya sosialisasi nilai-nilai pancasila yang diadakan oleh TNI , Polri , dan lembaga - lembaga pemerintah lainnya , selain penting untuk mencegah radikalisme juga penting untuk menjaga persatuan bangsa indonesia karena sebagaimana kita ketahui pancasila adalah ideologi atau dasar berdirinya negara indonesia . 

            

12 komentar:

  1. Singapore

    Oh a very good read I definitely agree that with this we can dispose of radicalism and terrorism yes good job wildan oppa

    BalasHapus
  2. Nama : Sarah
    Kampus : UHAMKA
    Prodi : Psikologi
    Komentar : Aku setuju tidak seharusnya kita membeda-bedakan satu dengan yang lainnya. Karena perbedaan yang ada di Indonesia harusnya dijadikan keberagaman dan keunikan yang menyatukan bukannya memisahkan. Lagipula nilai-nilai pancasila sejatinya berasal dari dalam diri bangsa Indonesia itu sendiri. Good job Mubaa ^^

    BalasHapus
  3. Amira Sukma Tristyana
    Universitas Muhammadiyah Pontianak
    Hukum


    Pancasila merupakan suatu ideologi yang tidak bersifat kaku, tetapi bersifat reformatif, dinamis dan terbuka. Hal semacam ini dimaksudkan bahwa Pancasila senantiasa mampu menyesuaikan dalam perkembangan zaman. Namun demikian, berdasarkan konsep eksperiental, sejauh ini pancasila masih sangat minim dalam pendalaman dan kurang ditanamkan di dalam bangku pendidikan formal di Indonesia. Soekarno mencetuskan Pancasila sebagai dasar negara, dengan harapan yang sangat mulia, yakni menjadikan Indonesia sebagai negara utuh yang mampu menjawab tantangan zaman. Lebih jauh lagi, bagaimana Pancasila bisa mengakar pada ideologi masyarakat yang berbeda suku, budaya, bahasa dan agama serta menjadikan mereka harmonis dalam satu kesatuan.
    Oleh karena itu, sangat penting generasi muda agar mengenal, mencintai kembali, serta mengimpelementasikannya dalam kehidupan kesehariannya. Pancasila sangat penting dicintai dan diimplementasikan karena saat ini Indonesia sedang digempur beragam fenomena negatif yang berpotensi merusak moral generasi muda. Pancasila akan menjadi benteng generasi muda untuk bertahan dan tidak terpengaruh. Malah sebaliknya, mahasiswa agar menjadi agen perubahan menjadi teladan baik. Mengapa tidak, generasi muda menjadi teladan kalau memang baik. Maka dari itu seharusnya pemuda-pemudi penerus bangsa harus benar-benar memahami nilai luhur bangsa sehingga memahami potensinya buat kemajuan bangsa.

    BalasHapus
  4. Assalamualaikum warahmatullaahi wabarakatuh.

    Koko Mafaza
    Universitas Tanjungpura
    Fakultas Hukum
    Menurut saya Pancasila itu adalah objek yang dijadikan sebagai pandangan /pedoman untuk berkehidupan bermasyarakat, Pancasila juga menjadi sumber dari segala sumber hukum-hukum yang berlaku di Indonesia, Nilai-nilai yang terkandung didalam Pancasila sudah sepatutnya di implementasikan, meskipun di era yang sekarang belum semuanya dapat di terapkan nilai-nilai Pancasila tersebut, akan tetapi jika Pancasila selalu di gencarkan dan di terapkan misalnya telah di masukkan UU mengenai pendidikan tinggi dimana dalam undang-undang tersebut berisi setiap universitas wajib memuat mata kuliah pendidikan Pancasila sebagai mata kuliah yang berdiri sendiri. Oleh karena itu pendidikan Pancasila sangatlah penting agar kita khususnya mahasiswa tidak tercerabut dari akar budayanya masing-masing dan timbul rasa cinta tanah air serta bersikap profesional sesuai dengan bidang keahliannya, terimakasih

    BalasHapus
  5. Nama : Nurul Ayuni
    Kampus : Universitas Tanjungpura
    Prodi : Teknik Lingkungan
    Masyarakat harus sadar dan paham tentang pentingnya melawan radikalisme, termasuk yang disebarkan melalui media sosial dan dunia maya. Keterlibatan masyarakat dalam memerangi radikalisme menjadi penting agar ada kesadaran bahwa kontra-radikalisme harus terus digiatkan. Upaya pihak-pihak menyebarkan teror dan berita-berita hoax di Tanah Air sudah merambah seluruh aspek dan dimensi kehidupan tanpa memandang status sosial, agama, ras, suku dan jenjang lembaga pendidikan. Maka dari itu diperlukan kewaspadaan terhadap paham radikalisme sekecil apapun.
    artikel nya sudah bagus dan layak baca

    BalasHapus
  6. Nama : iqbal Maulana
    Kampus : iain pontianak
    Prodi :hukum ekonomi syariah
    Saya sangat suka dengan artikel nya karena bisa untuk menjadi salah satu rujukan untuk makalah saya trimakasih

    BalasHapus
  7. Nama : Muhammad Yatim
    Universitas Tanjungpura
    Ilmu Administrasi Negara

    Menurut Saya Masyarakat Sekarang harus lebih jeli dan cermat dalam membaca dan membagikan sebuah berita, Jangan sampai berita yang kita baca/bagi adalah berita HOAX, dan sebagai Warga Masyarakat Indonesia Kita harus Berpegang teguh Pada Ideologi kita Yaitu Pancasila dimana pancasila itu sendiri adalah suatu ideologi yang lahir dari pemikiran-pemikiran budaya dan kebiasaan orang indonesia yang sesungguhnya sudah cocok dengan masyarakat indonesia.

    BalasHapus
  8. Panji putrawan makalah
    Stid sirnarasa
    Komunikasi penyiaran Islam

    Saya setuju dengan artikel yang dibuat karena memang untuk menyatukan bangsa kita yang majemuk tentu harus ada ideologi yang mampu mempersatukan yang saya kritik adalah ada salah satu bagian di artikel ini yang terlalu mengarah ke agama Islam karena kita membahas Pancasila kalau boleh dibahasnya secara umum saja tanpa menonjolkan satu agama

    BalasHapus

  9. Nama : Almahagiani Kheisa Rabina
    Universitas tanjungpura
    Fakultas hukum
    Komentar :
    dalam upaya mencegah penyebaran paham radikalisme dan terorisme, peran mahasiswa pun sangat penting. Sebab, mahasiswa juga bisa menangkal gejala radikalisme dan terorisme. . Agar mahasiswa tidak mudah disusupi pemahaman yang menyimpang,Melalui sosialisasi dan seminar anti radikalisme dan terorisme, setidaknya mahasiswa bisa lebih tahu apa itu radikalisme. Sebab, mereka yang memegang paham radikalisme sering kali tidak menyadari dampak dari perbuatannya.

    BalasHapus
  10. Nama : mutia
    Kampus : uin jakarta
    Prodi : PBI

    Pancasila sebagai ideologi bangsa adalah dasar falsafah negara Indonesia yang mempunyai sifat universal dan terbuka. Oleh karena itu, setiap warga negara Indonesia harus mempelajari, mendalami, menghayati dan mengamalkan dalam segala bidang kehidupan. Sehingga jika pancasila sudah tertanam dan dijiwai oleh bangsa Indonesia maka, radikalisme dan terorisme dapat dihindari.
    Good job Wildan!

    BalasHapus
  11. Nama : Dewantata
    Universitas Tanjungpura
    Fakultas : Ekonomi & Bisnis
    Komentar :
    setuju dg artikel ini karena pancasila adalah pedoman hidup berwarga negara dan pemersatu bangsa untuk melawan radikalisme dan terorisme

    BalasHapus
  12. Nama: Desi Rahmah Putri
    Kampus : Universitas Muhammadiyah Jakarta
    Prodi: Pendidikan Agama Islam

    Wajib kita syukuri bahwa negara kita memiliki pancasila sebagai pagar keluarga. Bangsa kita bagaikan sebuah keluarga dan jangan sampai kita bercerai-berai atas persatuan ini.Maka dengan adanya pancasila , dapat membrantas radikalisme dan segala tipuan teroris dapat kita runtuhkan.

    BalasHapus