1 Siklus dan 4 Komponen Membangun Kebiasaan

Menurut saya, Atomic Habits memberikan cara pandang yang sangat realistis tentang bagaimana kebiasaan terbentuk dan mengapa perubahan sering kali terasa sulit. Konsep petunjuk, gairah, tanggapan, dan hasil menunjukkan bahwa kebiasaan bukanlah soal kemauan semata, melainkan tentang sistem yang bekerja secara otomatis dalam kehidupan sehari-hari.

Kebiasaan merupakan perilaku yang dilakukan secara berulang dan cenderung berlangsung secara otomatis dalam kehidupan sehari-hari. Kebiasaan terbentuk bukan secara kebetulan, melainkan melalui suatu pola yang konsisten. Para ahli perilaku menjelaskan bahwa kebiasaan dibangun melalui empat komponen utama, yaitu petunjuk (cue), gairah (craving), tindakan (response), dan ganjaran (reward). Keempat komponen ini saling berkaitan dan membentuk suatu siklus yang memperkuat perilaku seseorang.

Komponen pertama adalah petunjuk (cue). Petunjuk merupakan pemicu awal yang memberi sinyal kepada otak untuk memulai suatu perilaku. Petunjuk dapat berupa waktu tertentu, lokasi, emosi, orang lain, atau peristiwa yang terjadi sebelumnya. Misalnya, rasa lelah setelah bekerja dapat menjadi petunjuk untuk beristirahat atau mencari hiburan. Tanpa adanya petunjuk, kebiasaan tidak akan dimulai karena otak tidak menerima sinyal untuk bertindak.

Komponen kedua adalah gairah (craving). Gairah merupakan dorongan atau keinginan internal yang muncul sebagai respons terhadap petunjuk. Pada tahap ini, seseorang tidak menginginkan kebiasaan itu sendiri, melainkan perubahan kondisi yang dihasilkan oleh kebiasaan tersebut, seperti rasa nyaman, kepuasan, atau pengurangan stres. Gairah inilah yang memberikan motivasi kuat untuk melakukan suatu tindakan. Jika gairah tidak cukup kuat, kebiasaan cenderung tidak akan berlanjut.

Selanjutnya adalah tindakan (response). Tindakan merupakan perilaku nyata yang dilakukan sebagai respons terhadap gairah yang dirasakan. Tindakan ini bisa berupa aktivitas fisik maupun mental, seperti membaca buku, mengonsumsi makanan tertentu, atau membuka media sosial. Suatu tindakan akan menjadi kebiasaan apabila dilakukan secara konsisten dan dianggap mudah untuk dilakukan. Semakin sederhana suatu tindakan, semakin besar kemungkinan tindakan tersebut diulang.

Komponen terakhir adalah ganjaran (reward). Ganjaran merupakan hasil atau manfaat yang diperoleh setelah melakukan tindakan. Ganjaran berperan penting karena memberi kepuasan dan mengajarkan otak bahwa perilaku tersebut layak untuk diulang di masa depan. Ganjaran dapat berupa perasaan senang, pencapaian, atau rasa lega. Tanpa ganjaran, siklus kebiasaan tidak akan terbentuk secara utuh karena otak tidak mendapatkan alasan untuk mengulangi perilaku tersebut.

Secara keseluruhan, keempat komponen ini membentuk suatu siklus kebiasaan yang berulang. Petunjuk memicu gairah, gairah mendorong tindakan, dan tindakan menghasilkan ganjaran. Memahami keempat komponen ini sangat penting dalam membangun kebiasaan positif maupun mengubah kebiasaan negatif. Dengan mengelola setiap komponen secara sadar, seseorang dapat menciptakan perubahan perilaku yang lebih efektif dan berkelanjutan.

Tidak ada komentar: